Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Oktober 26, 2013

nonton symphony of light di hongkong



Banyak yang bilang nonton Symphony of Light di Victoria Harbour tuh wajib hukumnya kalo lagi di Hongkong. Yah, buat yang belom pernah nonton sih pasti exciting...


Bis diparkir di depan SOGO dan kita langsung berhamburan pengen cepet-cepet lihat kayak apa sih Symphony of Light itu karena jam sudah menunjukan pukul 20.03 yang berarti pertunjukan gratis tersebut sudah dimulai. Yang nonton udah pada bejibun, memang masih keliatan sih tapi kalo mau foto jadi susah.

Symphony of Light itu ternyata permainan laser dari atas gedung-gedung yang berada di Hongkong Island, dan kita lihat & denger musiknya dari Avenue of Star.

Permainan laser selama 10 menit pun berakhir anti klimaks dan gak sebagus yang gue kira. Lasernya cuman di beberapa gedung, lagunya gak terlalu kedengeran dan hasil akhirnya gak terlalu megah. Jadi kalo ada yang bilang bagus, gue malahan gak ngerti bagusnya di mana? Masih lebih keren Song of the Sea di Singapura deh...

Gue lebih suka view after shownya dimana gedung Bank of China mendominasi plus gedung ICC Tower Hongkong yang kelihatannya seperti menembus awan plus suasananya yang tenang tapi lampu di gedungnya masih tetap menyala. Apalagi pas kapal khas Hongkong tiba-tiba lewat di depan mata. Itu malahan lebih spektakuler.

Terus kalo mau liat Avenue of Star malem-malem gini juga males secara gak kelihatan dan gue gak ada clue sama sekali tentang artis-artis Hongkong kecuali Andy Lau. Patung Bruce Lee yang terkenal itu gak kelihatan mungkin masih ke ujung lagi....

So, pengalaman nonton hari itu gak terlalu manis tapi teteup ada foto narsis. Next time kalo ada kesempatan gue pasti mau ke Hongkong lagi, bikin foto yang bagus tanpa pake blur *\(^,^)/*

Oktober 24, 2013

weekend getaway @ pop hotel bandung










Weekend kadang suka gak tau mau ngapain tapi bukan berarti gak ada rencana dong. Stay di hotel ternyata lumayan menyenangkan bahkan di budjet hotel sekalipun seperti pengalaman gue stay di Pop Hotel, Festival Citylink-Bandung.

Hotelnya yang masih dalam satu kompleks dengan mall menjadi salah satu benefit buat para tamu. Mau makan, mau nonton dan mau shopping jadi gak susah.

Hotelnya sendiri, gue kira sepi-sepi aja. Baru ketauan pas jam breakfast pada dateng semuanya. Brekfastnya not bad loh, dapet nasi liwet dan secangkir kopi. Gue kan booking dari Agoda dan ditulis no breakfast tapi ternyata dapet...yaiy lumayan banget tapi jadi gagal diet ahahah...

Roomnya ok, bahkan bisa diisi 3 tamu tanpa tambahan fee, cuman tidurnya di sofa dan gak dapet pillow tapi kalo mau neken budjet sih gak masalah banget.

Larangan merokok di kamar sepertinya udah diterapin di hotel ini. Bagi siapapun yang melanggar dendanya IDR 500.000,-

Lorong kamarnya sangat menarik, disatu sisi pintu kamarnya putih semua, disisi lainnya warna warni. Dari segi estetika tentu sangat baik, coba bandingkan kalo semuanya warna-warni?  Puyeng kan liatnya selain itu juga yang ada malah kampungan...

Lift hanya bisa diakses ketika kita masukan key room-nya. Wah ternyata hotel di Indonesia gak ketinggalan juga ya dengan hotel di luar negeri.

Yang paling gue suka di roomnya tuh toiletnya, walau gak terlalu besar tapi cubicle dari plastik ini masih nyaman dipakai, praktis dan sama sekali gak sampai bocor kemana-mana.

Namanya eco hotel tuh identik dengan minim, praktis dan gak bikin banyak sampah. Dari toiletriesnya yang cuman disediain sabun batang & shampoo masing-masing satu sachet. No coupon for breakfast dan breakfast gak pake piring sampe pillow yang disediakan sesuai dengan kebutuhan.

Overall, gue suka stay di hotel ini, yang gue komplain cuman tv-nya saja yang rada ketinggian, kalau diturunin 30 cm kayaknya bakal pas di mata. Selain itu gue gak suka receptionist nya, udah gak pake greetings no smile pula. Kertas booking gue sama sekali gak diliat bahkan gak dijelasin jam breakfast jam berapa dan hal-hal standar lainnya yang musti diucapkan seorang receptionist. Plus tamu kok sama sekali gak tanda-tangan form check-in ya? Its weird and never happened before...

Oktober 23, 2013

nice hotel room for your reference when you go to china & hongkong

Crowne Plaza Wangfujing 5*





Crowne Plaza Wangfujing menjadi salah satu hotel bintang 5 yang paling hit di kota Beijing-China. Room-nya besar dan sangat nyaman serta mempunyai penerangan yang lebih dari cukup. 

Yang gue inget dari hotel ini adalah tersedianya kondom di bagian mini bar which is lumayan shock juga sih. Mungkin karena gue belom pernah nemu di hotel-hotel sebelomnya yang pernah gue inapi.

Gue paling suka kalo nginep di hotel tuh ada ironing board, bathrobes, hair dryer & bathtub. Kenapa? Karena gue butuh itu dan semuanya ada di hotel room ini. Awesome...

Dari segi toiletries yang membedakan hotel bintang 4 dan 5 adalah body lotion. Biasanya hotel bintang 5 selalu punya walaupun yang ini wanginya tidak sesuai keinginan. Tapi botolnya sangat menarik buat dikoleksi.


Luoyang Bohemia 4*




Dari semua hotel yang gue inapi selama di China dan Hongkong, hotel Luoyang Bohemia di kota Luoyang-China adalah yang paling biasa tapi mungkin yang terbaik di kotanya.

Kamar dengan nuansa maskulin gak gitu jelek kok walau terkesan sedikit dingin. Dan walaupun kamarnya gak gitu besar tapi ada sofa buat leyeh-leyeh dan meja kerja.

Toiletnya standar dan hanya berbalut pintu kaca. Buat yang risih, tenang saja ada gordin kok sebagai penutupnya

Sekitar jam 5 pagi gue sudah check out dan di selasar menuju lift, gue mencium bau apek dari karpet yang sepertinya musti harus diganti.


Sunda Gentleman Int'l 4*






Giliran mampir ke kota Xi-An di China, gue stay di Sunda Gentleman Int'l. Hotel bintang 4 ini berada di dalam benteng kota Xi-An yang megah. 

Kamarnya lapang banget dengan sofa merah sebagai centre of attention dan meja kerja serta jendela berpemandangan kota. Gue suka kamarnya karena terlihat warm dan gak bikin boring.

Toiletnya diberi sentuhan hitam dan putih, cuman sayang gak ada bathtub. 

Yang paling gue suka dari room ini tuh adanya timbangan badan transparan, lucu kelihatannya. Jadi pengen punya buat dirumah...

Oya, di hotel ini ada tas kain untuk laundry yang gak boleh dibawa pulang. Bentuknya seperti tas kain dari Bali. Kalau dibawa pulang berharga IDR 200.000,- an. which is not worth it enough. So dont take it home guys...


Howard Johnson Plaza Waigaoqiao 5*




Gue suka kota Shanghai karena termasuk salah satu kota Megapolitan di mana gak melulu gedung-gedung pencakar langit saja tetapi punya daerah Old Shanghai yang sangat menarik kalo disinggahi.

Untuk urusan hotel, menginap di Howard Johnson Plaza Waigaoqiao bisa jadi pilihan menginap terbaik selama di China.

Yang gue perhatikan, semua kamar hotel di China dilengkapi dengan masker penutup mulut yang gue juga gak ngerti banget bakalan ada serangan nuklir atau apa sih memangnya?

Toiletnya lumayan sempit memang, tapi paling engga ada bathtub, itu lebih penting. Anyway, gordin kamar mandi bisa disetel sesuai keinginan dengan memakai remote control. Ini sesuatu yang baru buat gue.

Gue suka hotel ini dan ninggalin kamar hotel sewaktu langit masih gelap tuh rasanya gak rela...


Royal Plaza Mongkok 5*







Tur gue kali ini berakhir di Hongkong. I love Hongkong very much, begitu juga dengan kamar hotelnya di Royal Plaza Mongkok. Its the best one.

Akses lift hanya bisa dipakai bila kita mempunyai room key, memang rada libet tapi bisa gabung dengan tamu hotel yang lain. So keamanan sangat diperhatikan. It's a good point.

Room, walaupun sangat maskulin tapi menyenangkan. Amenities sangat diperhatikan oleh bagian housekeepingnya bahkan slippers saja disediakan double dan tersedia lagi baru di hari berikutnya. Lumayan kan buat dibawa pulang, mana warnanya juga hitam. Jarang kan dapet slippers warna itu. *\(^,^)/*

Sofa memang tidak tersedia tapi sebagai pengganti ada dipan buat bengong-bengong sambil lihat-lihat pemandangan di luar.

Dua hari stay di sini, 2x pula gue relax di bathtub-nya sambil ditaburin bath salt. Asiknya...

Sebagian besar hotel-hotel di atas, toiletnya dilengkapi dengan cermin cembung untuk make up. Sepertinya ini bukan hal baru karena hotel di Bali pun sudah ada yang pakai.

Oya, di kamar dilarang merokok loh, dendanya 5000 HKD.

Semua hotel-hotel yang pernah gue tempati ini terbilang bagus, cuman tentunya ada yang lebih baik daripada yang lain. Sayangnya, gue hanya bisa menikmati fasilitas di room-nya saja tanpa menikmati fasilitas lainnya di hotel seperti kolam renang bahkan restaurant untuk breakfast-nya sekalipun, selain karena jadwal yang padat juga terlalu capek.

So many choices and enjoy your stay anyway...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...