Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mei 01, 2012

puisi sejuta cinta


Seribu kata cinta tak pernah cukup untuk ditulis
Dan tak ada tinta yang mampu menuliskan semuanya

Cinta ini hanya bisa disentuh
Oleh kita si empunya rasa

Walau pertemuan tak sesering keinginan
Rindu ini selalu untukmu

Tak mau yang lain
Hanya kau saja yang kuingin

Satu hal yang pasti
Aku tak menyesal mengenalmu

Cinta bertaut pekat
Berlabuh dikamu sahaja

Berbagi cerita & cinta
Dan menjadi milikmu pada akhirnya

Hari melewati bulan berganti
Setahun ini aku bahagia

Happy anniversary lovE…

April 28, 2012

leong san tong khoo kongsi



Kalau ada bangunan di Penang yang begitu kaya akan detail, begitu memukau mata, dan juga penuh sejarah udah bisa dipastikan kalo itu adalah Kho Kongsi yang berada di 18, Canon Square, Penang.


Leong San Tong Khoo Kongsi adalah salah satu asosiasi yang khas klan Cina di Malaysia. Hal ini dikenal di seluruh dunia sampai garis keturunan yang dapat ditelusuri sampai 650 tahun kebelakang.

Bangunan ini termasuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada Juli 2008. Dengan sejarah yang panjang serta arsitekturnya yang indah, Leong San Tong Khoo kongsi clanhouse adalah ikon warisan permata penang, yang terdiri dari clanhouse megah, panggung opera, halaman luas dan 4 baris rumah teras.

Pada tahun 2001 Khoo kongsi merayakan ulang tahun nya yang ke-100 yang dibangun kembali setelah bangunan aslinya dihancurkan oleh kebakaran pada tahun 1901. Clanhouse sekarang ini berfungsi sebagai contoh dari warisan konservasi dan restorasi.
 
Seluruh bangunan ditutupi dengan pekerjaan beling keramik yang rumit, lukisan mural, ukiran kayu,  batu yang disepuh emas. Keahlian dan kerajinan pada bangunan ini tak tertandingi di tempat manapun di Malaysia.

Clanhouse ini terdiri dari dua lantai, lantai dasar dan lantai atas. Lantai dasar sebelumnya diduduki oleh Toon Boon Tong, atau Masyarakat keturunan. Saat ini, digunakan sebagai Khoo Kongsi Clan Museum. 
 
Lantai atas dapat diakses dengan tangga besar. Mengapit tangga adalah Dua Monks. Yang di sebelah kanan adalah Monk menangis. Di sisi lain adalah Monk tertawa.  

Sekarang kenapa biarawan itu tertawa? Carilah di bawah dia, lu pasti nemuin ada koin tembaga kecil tertanam di bawah pegangan tangga. The Monk tertawa itu ketawa karena ia duduk pada uang. Hohoho...

Ada tiga ruang utama di atas. Mereka adalah aula pusat, ruang leluhur, dan aula untuk dewa kemakmuran. Ruang tengah adalah yang paling banyak hiasan. Ruang leluhur dan lorong kepada dewa kemakmuran 

Siapapun yang melihat bangunan ini gak mungkin untuk tidak berdecak kagum melihat kemewahannya. Gue jamin akan hal itu. 

Yang kurang cuman gak ada tour guide yang bisa jelasin waktu kesini. 

Visiting hours  : 09.00 - 17.00
Admission fee :  10 MYR


April 26, 2012

cheong fatt tze mansion



Pas nyari bangunan ini, aduh lumayan jauh dari bangunan yang laen…mana panas banget dijalan. Tapi pas liat bangunan berwarna biru ini…hadeuhhh seneng banget. 

Here I am, at Blue Mansion. 

Gue masuk kesini berbarengan dengan yang lain, udah langsung berkeliaran kesana-sini, dan akhirnya diomelin karena dilarang kek gitu. Harus tunggu guide nya dan masuk berbarengan. 

Dari arah depan bangunan aja udah menarik, apalagi dalemnya ya…hmmm…

Ok, tour dimulai dengan pemandu nya yang masih keturunan Chinese. So, bahasa Inggrisnya kadang ga jelas, tapi lumayan nangkep kok.

Pertama, certain riwayatnya si taipan ini. Lahir di China dan nyari keberuntungan di Asia Tenggara. Pertamanya dia juga bukan siapa-siapa tapi karena kerja kerasnya jadi sukses di banyak perdagangan.



Dari 8 istri resminya, istri nya, Tan Tay Po adalah yang paling favorit. Akhir hayatnya si " the Rockefeller of the East " ini meninggal karena pneumonia di Jakarta.


Ternyata mansion ini full of Feng Shui. Seperti jendelanya yang berkaca patri pineapple, berarti kekayaan.

Belom lagi tulisan didepan pintu utamanya : Dancing Phoenix & Flying Dragon. Coba liat deh kalo pergi ke kondangan Chinese atau Invitation nya, logo begituan kan udah gak aneh lagi.

Masuk ruang berikutnya juga ada arti tertentu. Kan ada titian tinggi yang harus dilewatin. Nah, mau gak mau kan kita pasti liat kebawah biar ga jatoh. Pas badan kita udah tegak lagi, diujung sana udah ada altar nya Cheong Fatt Tze. Intinya pas kita membungkukan badan, kita udah hormat ama dia. Begitchu…

Jendelanya yang kuno bermakna Yin & Yang, cara bukanya juga tradisional banget dengan sebilah bambu, gak pake kaca nako kek sekarang.


Dipusat bangunan, kita disuruh duduk. Dijelasin kalo air ujan bisa masuk kedalam rumah, tapi ga sampe banjir karena ada lubang pembuangan air. Nah, Katanya orang yang duduk deket pembuangan air itu bakalan beruntung. Katanya loh…

Center attention di tengah bangunan itu ada pot tanaman. Nah celah antara pot tanaman & tiang itu disitulah sumber Chi ( energy ) paling bagus. Konon tiap pagi Mr Cheong selalu berdiri disitu.


Naik ke lantai 2, ada kamar Mr Cheong, dia tidur disisi luar ranjang sedangkan istrinya didalam.

Ada 1 ruang yang paling menarik dari semuanya yaitu balcony nya yang menghadap ke jalan besar. Chinese cut paste porcelain nya itu loh, hadeuh…ada ceritanya & pastinya penuh makna. Bahkan ada Joseph & Mary segala, makanya ga heran kalo keturunannya banyak yang Katholik. Tapi kenapa ya dengan Joseph & Mary ? 


Rumah nya yang bernomor 14 pun pake Feng Shui. 1 + 4 = 5. 5 nya itu bagus katanya. Karena aura Mansion ini bagus, gak heran kalo bangunan disekitarnya juga jadi ikutan beruntung.


Tapi gue kelupaan foto rantang jaman jadul. Ada 1 rantang yang nyusun sampe 12 biji dan dinomerin pula. Lucu aja kan ? Gara-gara banyak orang dalem nya yang ngawasin tour nya sih…nyebelin deh.


Diruang belakang, ada kamar-kamar buat disewain. Ratenya jangan tanya deh, mahal banget…

Mansion nya secara keseluruhan juga bisa dipake buat event-event tertentu.

Bahkan pernah dipake setting film beberapa cerita drama.

    
Berikut beberapa awards yang berhasil diperoleh Blue Mansion :

      Penang’s Earliest & Foremost Restoration Project.  

      ‘One of 10 Greatest Mansions in the World versi Lonely Planet 2011.


Winner Most Excellent Project UNESCO Conservation Awards 2000.

      National Architecture Award for Conservation PAM 1995.


Overall, gue suka bangunannya, cerita dibaliknya juga crowd nya selama tour. Nyuri-nyuri foto selama tour juga bikin exciting. Dan yang nyuri-nyuri foto juga bukan cuman gue doang kok. Kapan lagi coba…cuman memang menyebalkan larangan berfoto selama tour berlangsung. Apa karena takut ditiru? Gak masuk akal ah…

Masuk kesini ada jam nya karena pake tour. Tour bahasa Inggris dimulai jam 13.30. Sedangkan jam 11.00 serta 15.00 pakai bahasa Hakka.

Admission fee : 12 MYR.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...