Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

November 18, 2013

minggu jepang @ shin men, pvj


Berhubung lagi suka jepang-jepangan, kulinernya jadi ikutan makan makanan Jepang. Sebagai seorang pencicip makanan, hampir di tiap minggunya gue nyobain resto baru. Gak ada kriteria khusus seperti budget atau tempat. Yang penting coba aja, kalo suka next time coba menu lain dan kalo makanannya ternyata gak sesuai ya next time gak mampir lagi plus dapet review jelek dari gue. Simple..

Mie dan sushi selalu menjadi favorit dish gue sejauh ini dan selalu membandingkan dari tempat yang satu dengan tempat yang lain. Pilihan ramen gue siang ini adalah Shin Men Gyuniku ( IDR 41.558,-) dengan kuah Shin Men ( kaldu ayam kental). Kami sudah diberitahu oleh waiternya untuk pilihan kuah ada 3 macem tapi kuah Shin Men adalah yang spesial dari resto ini. Walaupun udah diberitahu bakalan eneg ya udah deh namanya juga nyoba.

Dan ternyata emang eneg beneran karena terbuat dari kaldu asli dan kental. Dari wanginya aja sumpah deh mual tapi rasanya memang enak dan mie nya juga kenyal. Bawang daun menjadi penetralisir kuahnya yang eneg. Dagingnya okelah walaupun tipis banget.


Shin Men Tori Chasu ( IDR 37.662,-) menjadi pilihan soul mate gue. Kuahnya sama tapi dengan topping daging ayam. Kalo tahan baunya sih gak ada salahnya pesen ramen dengan kuah Shin Men, tapi jangan sampe dimakan pas kuahnya sudah dingin. Enegnya bakalan double.

Ocha dingin ( IDR 9.090,-) menjadi minuman pilihan untuk menghilangkan kuah kaldunya dari lidah dan kebetulan bisa refill tanpa dikenakan charge lagi.


Sebagai pencuci mulut, perut kami masih sanggup melahap Tori Teri Roll ( IDR 36.796,-) dengan ingredients daging ayam, kubis dan tobiko. Sushinya enak tapi piringnya sedikit basah. Jadi bertanya-tanya itu air apaan ya?

Makanannya memang enak, tempatnya juga cozy karena bisa makan di bilik-bilik makan yang disekat pakai kayu jadi lebih private. Tapi waiter/ waitress-nya rupanya gagu, bener-bener gak ada ucapan selamat datang khas Jepang ketika datang. Pas pulang juga gak ada suara apapun. Tau dong yang namanya resto Jepang tuh berisik suara waiter/ waitress-nya. Mungkin mulutnya ketutup sama 5% service charge yang udah kami bayarkan.

minggu dingin @ tahu yun yi, bandung


Biasa kalo gue jalan ke Jakarta rutenya lewatin Bogor. Dan kalo lewat Bogor pastinya lewatin tahu Yun-Yi. Gue pikir tahu Yun-Yi itu dari Bogor, ternyata dari Bandung loh.

Gara-gara kemaren nyasar di Bandung dan nemu tahu Yun-Yi secara gak sengaja akhirnya mampirlah kami untuk nyobain makan tahunya yang udah terkenal itu. Yun-Yi mempunyai arti bermanfaat/ beruntung.

Sambil nunggu ujan reda kami coba untuk dine in. Kebetulan cuaca di luar lumayan dingin kalo makan yang hangat-hangat sepertinya enak banget. 

Tahunya memang enak & lembut. Yah dimana-mana tahu kurang lebih sama aja sih, Tapi lembut banget model tofu Jepang. Sambelnya juga pas mantepnya. Dalam beberapa menit, tahu isi 10 yang dihargain IDR 18.000,- langsung ludes seketika.

Siapa sangka, bisnis rumahan yang berdiri sejak tahun 1940 itu udah ekpansi ke Jabodetabek.

Gak lupa untuk oleh-oleh dirumah, gue beli 1 bungkus lagi dalam keadaan mentah. Sebagai pecinta tahu, Babeh gue pasti suka banget. Biasanya dia makan nasi, tahu dan cabe rawit aja bisa makan. Oya, untuk tahu dalam keadaan mentah harganya lebih murah lagi yaitu IDR 14.000,- tapi kalo take away sambelnya gak disediain dan musti beli lagi....hadeuh...

So, apakah kalian suka tahu? Kalo tahu Yun-Yi?

November 16, 2013

keanggunan shaolin temple yang memikat


Dari Beijing ke kota Zhengzhou ditempuh selama 3 jam perjalanan dengan bullet train. Dan masih 2 jam lagi dengan bis untuk ke Shaolin Temple. Boring banget di jalan tapi pas udah sampe area temple, hawa sejuk mulai menyeruak dan gue akhirnya semangat lagi.

China terkenal karena alamnya yang memesona dan itu betul. Daerah pegunungannya sangat cantik. Gue emang gak gitu suka maen ke gunung untuk hiking, tapi kalo sekedar menikmati hawa pegunungan dari jauh masih okelah. Kalo mau wisata pantai di China gak bakalan ada secara China itu daratan bukan Indonesia yang karena kepulauan jadi banyak pantainya. Yang gue nikmatin kali ini hanya secuil dari yang tersedia.

Shaolin temple berada di kaki bukit Song, 15 km dari kota Dengfeng, propinsi Henan. Nama Shaolin sendiri berarti kuil yang tersembunyi dalam hutan di kaki gunung.


Dari tempat parkiran udah ketauan banget ini emang kuil Shaolin. Dari tangga masuknya yang punya relief gerakan-gerakan pertarungan dalam bela diri kungfu, gerbang putihnya dan patung seorang Shaolin dalam posisi berdiri.

Setelah melewati gerbang utama, tempat selanjutnya adalah hutan pagoda. Menurut gue, area ini adalah tempat yang paling bagus selama di Shaolin Temple. Konon katanya tempat ini adalah kuburannya para biksu. Semakin tinggi pagodanya maka semakin tinggi pula jabatan yang pernah disandangnya.


Memasuki area temple, decak kagum masih berlanjut. Tau dong kalo biksu Shaolin bisa meringankan tubuh dan mempunyai kekuatan fisik yang sangat kuat? Nah pohon yang berlubang menjadi saksinya. Gue juga iseng masukin tangan ke pohon yang berlubang itu dan rasanya keren aja hahaha...

Kalo di film-film, tiap pagi biksu-biksu Shaolin yang masih kecil pada sibuk ngepel. Setau gue kalo lantai sering di pel maka lantai tersebut menjadi licin mengkilap. Kebetulan. gue punya sodara lantai rumahnya cuman dari semen tapi karena sering di pel makanya jadi licin. Di lantai tersebut dipasang ornamen bunga Lotus. Ornamen tersebut dipasang memanjang dari pekarangan menuju ke kuil. Konon katanya yang berjalan di sini bakalan mendapatkan kebahagiaan.


Gue gak inget berapa temple yang sempet gue masukin, yang gue inget gue sangat menikmati walaupun gak ada guide yang menerangkan selama di sana.

Banyak patung-patung bagus dan keren seperti patung kura-kura sebagai simbol panjang umur atau patung singa di gerbang utama temple. Bahkan tempat duduk untuk sekedar ngaso-ngaso aja berwujud biksu.

Sebagai penyuka fotografi bakalan terpuaskan karena banyak objek foto yang dapat dibidik.


Terakhir sebelum meninggalkan area temple, kami diajak nonton pertunjukan Shaolin. Menurut gue sih biasa aja show-nya. Mereka cuman show gerakan-gerakan kungfu tanpa menampilkan pertarungan yang mengeluarkan jurus-jurus andalan. Dan menurut temen gue juga shownya yang di Jakarta lebih bagus ke mana-mana. Sebelum pertunjukan berakhir ada dari penonton yang disuruh maju ke depan untuk menirukan gerakan-gerakan yang diajarkan. Peserta yang paling bagus akhirnya dapat souvenir.


Gue sempet mikir kok Shaolin sekarang komersil banget? Ternyata setelah cari info sana-sini ternyata pemerintah China memang menginginkan kompleks Shaolin menjadi area turis.

Banyak gosip miring yang beredar kalo biksu petingginya yang cari dana sana sini untuk keperluan Shaolin dengan perbuatan yang tidak terpuji. Gak ada yang benar-benar tahu kebenaran ceritanya. Bahkan banyak juga yang melanglang buana memakai nama Shaolin untuk kepentingan komersil dengan alasan klise.

Sebelum meninggalkan Shaolin, sempet lihat anak-anak yang sedang belajar kungfu. Apakah mereka membuat akademi untuk belajar kungfu sebagai penerus Jet Li dan Donnie Yuen?

Shaolin telah dikenal oleh dunia, kalau Shaolin sama sekali tidak membuka pintunya untuk dunia luar, bisa dipastikan generasi muda gak bakalan tahu sejarah tapi terlalu komersil juga gue lihatnya gak gitu suka. Kemurnian Shaolin mungkin sudah ternoda oleh kemajuan jaman tapi tak dipungkiri alam Shaolin begitu indah untuk dinikmati oleh dunia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...