Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Juni 09, 2017

hpa an : join tour by tuk-tuk

Hpa An terletak di propinsi Kayin, bagian tenggara Myanmar dengan banyak destinasi menarik dan sayang bila tidak dikunjungi. Hpa An dapat ditempuh selama 6 jam perjalanan via bus dari Yangon.

Lima destinasi berikut cukup mewakili indahnya Hpa An.

1. Kaw Ka Tung Cave


Goa dengan patung Buddha berserakan didalamnya. Cukup bagus untuk dinikmati tapi masih ada yang lebih indah dan lebih grande dibanding goa ini..


2. Saddan Cave


Tidak semua orang suka untuk masuk ke dalam goa dengan bertelanjang kaki dan harus menginjak tanah lumpur dicampur dengan kotoran kelelawar.

Untungnya goa ini cukup berkesan dan layak untuk dikunjungi walaupun harus membayar 1.000 Kyat untuk foreigner.


3. Lumbini Garden


Salah satu alasan mengunjungi Hpa An adalah Buddha duduk yang ada di Taman Lumbini ini dengan latar Gunung Zwegabin.


4. Kyauk Ka Lat Pagoda


Walaupun sepertinya teduh, adem dan nyaman ternyata tempat ini cukup gersang dan panas padahal waktu sudah menunjukan pukul 3 sore waktu setempat.

Main attraction-nya tentu saja si pagoda dengan background-nya yang cukup bagus.


5. Kaw Goon Cave 


Salah satu Goa terbaik dan layak dikunjungi dengan entrance fee 3.000 Kyat. Cukup spektakular dengan banyaknya patung & ukiran Buddha images di dinding goa baik kecil dan besar.


Sebenarnya masih ada dua destinasi lain yang belum dikunjungi berupa goa-goa yang isinya tentu saja penuh dengan patung Buddha.

Saat itu, kami ber-lima merasa enough dan cukup capek dengan tur hari itu. Semua deal dan langsung ke motel untuk beristirahat.

Juni 08, 2017

review : lil yangon hostel, yangon



Lil Yangon Hostel
Restaurant
Dorm
Mau mandi tapi belum bisa check in
Koper masih nangkring setelah 1 minggu
Location :
39 street, downtown.

Near attraction :
- Sule Pagoda, St Mary's Cathedral ( by walk )
- Bogyoke Market ( by taxi 2.000 Kyat )

Price :
Affordable (10.000 - 15.000 Kyat )/ night.

Deposit :
10.000 Kyat

Type of Room :
Dorm.

Breakfast :
Include, but i haven't had time to try.

Type of Bathroom :
Seperate shower & toilet.

Reception :
They can speak english well, arrange city tour & arrange join taxi with other.

Hygiene : 
Unfortunately, they have worms at the bathroom.

Important Facility :
Locker, towel, shampoo & soap, luggage store.

Distance from hostel to airport :
35 - 45 minutes ( early in the morning ) by taxi. It's cost me 10.000 Kyat ( sharing 2-3 person )

Distance from hostel to Aung Mingalar Station Bus :
60 - 75 minutes ( traffic ) by taxi. 12.000 Kyat ( sharing 2-3 person ) or 10.000 Kyat ( 1 person ) 

Overall :
7/10

Hostel pertama dan terakhir selama menginap di Myanmar ini cukup bagus dengan fasilitas yang lengkap dan nyaman. 

Keamanan juga terbilang cukup, terbukti gue simpan koper selama seminggu, tidak hilang & tidak rusak.

Plus point, bisa early check in tergantung ketersediaan kamar.

Yang menyebalkan, di toilet ada cacing-cacing berkeliaran, begitu juga dengan deposit selama menginap yaitu 10.000 Kyat dan belum sempet nyobain sarapannya seperti apa. 

Hari pertama di Myanmar belum dapat breakfast karena malamnya langsung jalan ke Hpa An. Begitu juga terakhir nginep di sini, pagi buta sudah ke airport. 

Interaksi dengan sesama traveller gue dapet waktu tiba di depan jalan menuju hostel. Dia dari Maldives dan kebetulan stay juga di hostel yang sama, dengan ramahnya dia menunjukan arah menuju hostel.

Malamnya waktu mau pergi ke Aung Mingalar Station Bus, gue share taxi dengan traveller asal Irlandia. Duo cewe ini mau ke Bagan pakai JJ Express.

Terakhir, gue share taxi dengan Max, solo traveller asal France sewaktu mau ke airport. Dia telat bangun, ketinggalan Iphone, dan balik lagi ke hostel. Keberatan gak kalo kita balik lagi ke hostel? No, i'm ok. Dia menawarkan bayar 6.000 Kyat dari total taxi 10.000 Kyat. Gue bilang ngapain? We are on schedule and there's no one harmed.

Percakapan lainnya dia mengagendakan Pulau Lombok sebagai bucket list-nya. Dari Myanmar dia lanjut menuju Thailand pakai Air Asia plus tadi malam dia abis maen ke gay bar. Hmmmm...interesting...

Juni 05, 2017

mingalabar myanmar : my trip my adventure

Magical picture : Sunrise Bagan by Tawan Chaisom

⇒ Mengapa Myanmar?
Jatuh cinta pada pandangan pertama pas lihat gambar Old Bagan dengan latar seribu candinya dihiasi balon udara di salah satu majalah travelling.

Itu terjadi sekitar 3 tahun yang lalu.

JT 286 CGK - KUL by Lion Air

⇉ Emang ngerti bahasa Myanmar?
Enggak sama sekali. Pakai Bahasa Inggris dong. 

Dari beberapa yang gue temui, Inggrisnya pas-pasan. Bahkan yang standart sekalipun banyak yang gak bisa. Saking sebelnya, gue suka pakai Bahasa Indonesia. Loh? Mereka ngerti? Enggak, percayalah mereka akan semakin bengong. Satu sama ya.

Gue harus mencerna beberapa saat ketika bahasa Inggris mereka susah untuk dimengerti. Contoh : Silver diucapkan Sibba. What?

Imigrasi Yangon Intl Airport : Asean Line

⇉ Persiapannya berapa lama?
Satu bulan dimuka untuk booking tiket :
1. Jakarta ( CGK, 2D ) ⇨ Kuala Lumpur ( KUL, KLIA ) by Lion Air.
2. Kuala Lumpur ( KUL, KLIA2 ) ⇨ Yangon ( RGN, Yangon International Airport ) by Air Asia.
3. Yangon ( RGN, Yangon International Airport ) ⇨ Kuala Lumpur ( KUL, KLIA2 ) by Air Asia.
4. Kuala Lumpur ( KUL, KLIA ) ⇨ Jakarta ( CGK, 2D ) by KLM Royal Dutch Airlines.

Tiga minggu sebelum keberangkatan, booking :
1. Lil Yangon Hostel, Yangon.
2. Galaxy Motel, Hpa An.

Satu minggu sebelum keberangkatan :
1. Beli asuransi perjalanan on line di AXA Mandiri Travel Insurance.
2. Mandalay ( MDL, Mandalay International Airport ) ⇨ Yangon ( RGN, Yangon International Airport ) by Mann Yadanarpon Airlines.

Dua hari sebelum keberangkatan :
1. Packing.

Satu bagasi & satu cabin

⇉ Yang harus dibawa selama perjalanan ini?
1. Gembok. 
Bukan buat koper tapi buat locker selama menginap di hostel. 

2. Masker/ Kacamata.
Di beberapa perjalanan seperti waktu join tour pakai tuk-tuk di Hpa An, naik e-bike di Old Bagan, masker sangat diperlukan untuk menghindari debu sepanjang jalan.

3. Travel Adaptor.
Hampir di semua tempat yang gue singgahi, alat ini tidak berguna. Mereka telah siap sedia dengan colokan 2 lubang seperti di Indonesia dan colokan 3 lubang seperti di Singapura.

4. Obat diare.
Jaga-jaga kalau perut gak tahan dengan jenis makanan Myanmar.

5. Handuk kanebo.
Belum pernah kan mandi dengan kanebo? Jangan ngaku traveller sejati kalau gak pernah nyoba beginian.

6. USD
Tukar di airport setempat dengan Kyat.

Uang pecahan Kyat. 1 Kyat = Rp 9,8,-

⇉ Apa sih makanan khas Myanmar?
Salah satunya adalah Mohinga. Bihun campur jamur kuping, daging ayam, kaldu ikan campur ginger & lemongrass, telur puyuh dan taburan coriander plus irisan jeruk lemon. Rasanya? Uenakkk banget. Apalagi ditambah sedikit chilli flakes dan dimakan di malam hari sambil minum beer.

Walaupun Mohinga ada di seluruh Myanmar, tapi rasa di tiap daerah sangatlah berbeda. Harga 1 porsi dihargai 500 Kyat ( Rp. 5.000,-)

Mohinga, dimakan sewaktu perjalanan dari Yangon ke Hpa An

⇉ Kalau oleh-oleh khas Myanmar?
1. Royal Myanmar Teamix. Teh susu sachet.
2. Peanut brittle. Penganan terbuat dari kacang yang di sini juga banyak yang jual.
3. Kuaci matahari.
4. Green tea leaf.
5. Tamarind flakes. Permen asam yang di supermarket juga banyak dijual
6. Longji. Sarung khas Myanmar
7. Thanaka. Semacam bedak dingin yang dipakai di muka atau tangan
8. Magnet.

Gak ada oleh-oleh yang terbilang unik, karena di Indonesia juga banyak dijual bahkan thanaka sendiri sudah ada sejak zaman gue masih kecil, dan sampai sekarang masih ada di beberapa daerah di Indonesia.

Gak ada yang terlalu spesial dari macam jenisnya.

⇉ Itinerary-nya bagaimana?
Nih, silahkan contek Itinerary Myanmar gue. Awalnya gak yakin kalau itinerary yang gue buat ini bakalan on schedule, tapi nyatanya sukses. 

Gak yakin di bus Bagan menuju Mandalay, ternyata ada schedule yang beroperasi malam hari which is good. 

Hostel lainnya yang gak gue sebutkan, gue booking on the spot dan ada yang gue booking selama dalam perjalanan.

Meal on flight by Mann Yadanarpon Airlines

⇉ Berapa hari tidur di bis? Gak kecapean?
Walau sepertinya itin-nya terlalu gila untuk dijalani, setelah dijalani ternyata masih wajar. Beberapa hari tidur di bis gak masalah. Cukup balance dengan beberapa hari tidur di hostel dan penerbangan domestik untuk mempersingkat waktu dari Mandalay ke Yangon.

Model Vivo di Myanmar. I think she is famous in Myanmar

⇉ Kesulitan menjadi solo travelling untuk perjalanan ke Myanmar?
Menjaga mood tetap stabil ketika mengalami hal-hal yang menyebalkan, menikmati saat-saat kesepian, stay healthy and pray anytime anywhere.

My best friend in Old bagan

⇉ Do you learn something about this journey?
Of course, travelling is not about how great the accomplishment of the itinerary but about process and to enjoy every second of it.

Oleh-oleh dari Myanmar

⇉ Unforgettable moments ?
Ditinggalin bule-bule temen join tour sewaktu di Hpa An, belajar naik e-bike di Bagan dan mhhh pakai celana dalam yang sama tiga hari berturut-turut.

Buang sandal di akhir perjalanan

⇉ Describe Myanmar in three words?
Adventure, Expensive, Safe.

Me @ U Bein bridge - Amarapura
*Mingalabar : Hello.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...