Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mei 27, 2009

jogja van java



Liburan akhir tahun 2008 kemarin, saya traveling ke jogja. Merencanakannya selama 6 bulan bersama teman. Gak kelamaan? Ya tentu aja lama. Sekalian akhir tahunan juga sih. Dua minggu sebelum keberangkatan kami membeli tiket kereta kelas bisnis distasiun senen. Harga tiketnya rp. 150.000,- harga spesial di akhir tahun.

Sabtu tanggal 27 desember kami naik kereta yang berangkat pukul 07.20, biar pagi pas nyampe jogja bisa langsung traveling. Kereta menjadi pilihan utama karena lebih murah tentunya. Nyampe jogja molor 1 jam dari jadwal yang ditentukan. Langsung mencari taxi menuju tempat saudara yang berada di belakang kampus UPN. Ongkos taxi sekitar 30 ribuan.

Setelah istirahat sebentar, kami langsung menuju halte trans jojga untuk membawa kami menuju ke alun-alun kota. Kebetulan halte dengan rumah saudara lumayan dekat. Yang membedakan antara trans jogja dengan trans Jakarta adalah Trans jogja bus nya lebih kecil seperti metro mini & ongkosnya lebih murah Rp. 3.000,- tapi rute nya lebih lama karena jalurnya 1 arah bukan 2 arah. Dijalan kami melewati kampus UGM yang terkenal itu, jadi ingat pamanku sewaktu wisuda dulu. Waktu saya masih SD beliau sengaja mengajakku ke jogja untuk melihatnya wisuda. Serasa kembali ke masa lalu.

Tujuan pertama kami adalah ke benteng vrederburg. Benteng jaman baheula yang masih terawat sampai sekarang. Karcis masuknya murah kok. Bangunannya luas dan dari situ kita bisa melihat pemandangan gedung2 tua diseberang jalan diantaranya Bank Indonesia, BNI, dan monumen serangan umum 1 maret. Selain bisa melihat gedung2 tua, manusia yang lalu lalang pun menjadi pemandangan yang menarik. Entah karena hari minggu/ emang musim turis.

Setelah dari benteng Vrederburg kami melanjutkan ke kraton jogja. Di kraton, kerumunan orang malah lebih parah. Dari antrian loket masuk sampai didalam pun ramai sekali. Tiba- tiba kami langsung ditemani bapak guide...wah lumayan juga nih. Selama dikraton, dia menjelaskan sejarah kraton yang njelimet dengan teliti. Sebenarnya di kraton gak ada objek yang menarik sih kalo menurut saya. Dari kraton kami dibawa menuju ke tempat penjualan kaos dagadu, penjualan lukisan, dan tempat membikin batik yang terletak di belakang kraton. Nah ini baru menarik...setelah sedikit membeli oleh2, tur 1 jam itupun selesai dan kami pun berpisah dengan bapak guide tadi.

Baru saja kami berjalan beberapa langkah dari situ, kami sudah disambut mbak2 yang langsung menanyakan apakah kami mau ke taman sari? Kami bilang ya. Dan dia langsung ngoceh tentang taman sari. Kami langsung membuat kode dengan mata bahwa kami tidak setuju kehadiran mbak ini. Cukup bapak yang tadi saja yang jadi guide. Karena kami pikir buat apa pake guide lagi kalau cuman mau lihat pemandian raja? Memang pasti ada sejarahnya, tapi kali ini kami mau berjalan sendiri saja. Secara teman saya tahu tempatnya juga. Tapi kami bingung bagaimana cara menghindarinya... tiba2 kami melihat warung kacang ijo, dan kami langsung kabur menuju tempat tersebut. Mbaknya teriak2 sambil bilang “mas…taman sari lewat sini bukan disana” kami pura2 gak denger aja d, sambil pesan 2 mangkok kacang ijo. Fiuh...kacang ijo nya lumayan enak mana murah banget lagi. Sebelum kami melanjutkan ke taman sari, kami celingak celinguk apa mbak dengan baju merah itu masih nungguin kami...setelah keadaan aman kami langsung ketawa2...lucu aja.



Di taman sari, seperti yang pernah saya lihat di majalah traveling. Gapura nya itu loh khas banget. Keren…Suasananya memang enak dan damai hanya saja sedikit panas sih. Disini orang pun banyak juga jadi ga leluasa untuk berfoto-foto. Sepertinya tempat ini baru dipugar. Kesannya jadi bersih. Taman sari ini berada dekat dengan rumah2 penduduk. Jadi ya ga sesepi yang kami kira.

Dari taman sari kami melihat kok banyak orang yang menuju kebangunan sebelah yang ternyata bangunan yang sudah tinggal puing puing. Yang pasti itu termasuk bangunan cagar budaya. Kami lupa nama tempatnya. Dan ada lagi bangunan lain yang katanya mesjid bawah tanah. Di lorong nya malah ada sekumpulan anak laki2 yang ngamen. Suaranya sampai menggema di seantero lorong.




Perjalanan kami hari ini sungguh melelahkan. Kami berjalan melewati pasar ngasem dan juga benteng vrederburg lagi. Kami istirahat sebentar di bangku taman, melewati sore yang ramai sambil makan cemilan. Dari situ kami jalan tak tentu arah dan sampailah distasiun kereta lagi. Yah karena pagi tadi kami ga sempet foto2 karena hujan, kami langsung beraksi saat itu juga. Tak jauh dari situ kami melihat tugu jogja dan mampirlah kami sebentar untuk foto sebelum kami kembali pulang untuk istirahat. Hari ini kayaknya cukup deh jalan-jalannya. Masih ada hari kedua...




Hari kedua tiba. Itinerary hari ini adalah candi. Candi yang kami tuju tentu saja Prambanan. Tapi sebelum ke Prambanan kami menuju Kraton Ratu Boko. Tempatnya gersang dan panas. Tapi bagusnya itu gak bisa digambarkan. Saya cinta banget tempat ini karena seumur-umur baru denger tempat ini, belum pernah ada majalah traveling yang merekomendasikan tempat ini, tapi teman saya ini tahu jalan dan tempatnya memang tidak mengecewakan. Lengkap kan?.




Objek yang kita kunjungi adalah gapura, tempat pembakaran, gua, kolam, puing2 yang semuanya dari batu candi. Menurut saya sih eksotik ya, cuman mana tahan panasnya...udah pake sunblock aja ga efek. Kulit muka saya yang gosong baru kembali normal setelah 4 bulan.




Oya ditempat ini banyak domba dan kijang. Keren deh seperti kembali ke jaman batu.




Dari Kraton Ratu Boko kami menuju ke Candi Prambanan. Disini panasnya sama aja. Cuman sayang banget gara2 gempa di jogja beberapa tahun kemarin, candi ini dipugar, dan kami tidak diijinkan masuk ke hampir semua candi. Yah gimana lagi...kami nikmatin aja seadanya. Mana pertunjukan sendratari Ramayana pun tidak manggung hari ini. Payah deh. Ternyata di belakang kompleks candi Prambanan ini terdapat 3 candi lain yang gak kalah bagus. Candi tersebut adalah Candi lumbung, candi bubrah dan candi sewu. Candi yang terakhir ini pun masih dipugar. Banyak bagian2 yang tercecer dan menunggu direkonstruksi ulang. Gak terasa hari sudah malam. Didepan kami membeli beberapa celana batik dan makan nasi goreng di warung makan dekat situ. Rasa nasi gorengnya sih lumayan, tapi harganya lumayan mahal untuk ukuran pinggir jalan.




Buat yang mau ke Candi Prambanan gak usah bingung. Ada trans jogja yang bakal membawa kalian langsung ketempat ini. Dan bila mau langsung ke kraton Ratu Boko disediakan shuttle bus gratis dari candi Prambanan. Tapi untuk arah sebaliknya saya gak yakin ada.






Liburan hari kedua walau hanya mengunjungi 2 objek wisata, tapi makan waktu seharian. Gak sempat pergi ke candi2 yang lain walau itinerary hari itu kami mau mampir ke candi kalasan. Cukup melihat dari busway saja. Karena capek n kelihatan juga sih dari bus. Liburan hari ketiga kami menuju kota Pacitan di Jawa Timur. Ada apa dipacitan? Tunggu ya blog saya selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...