Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mei 10, 2013

jalan-jalan ke pura tirta empul


Pura Tirta Empul di daerah Tampak Siring - Gianyar, Bali menjadi salah satu objek yang menjadi agenda wajib kami waktu ke Bali. Beberapa kali ke Bali belum pernah sekalipun ke tempat ini...


Salah satu alasannya adalah gue sangat suka wisata yang berbau air. Alasan lainnya adalah gue pengen liat orang-orang pada mandi....ahahahhaha...


Suasana Pura Tirta Empul ini begitu ramai oleh turis domestik maupun dari mancanegara. Dengan tiket masuk seharga IDR 15.000, kami sudah dapat memasuki objek wisata andalan yang tidak terlalu jauh dari kota Ubud.


Setelah melewati pintu gerbang utama, tampaklah kolam ikan yang lumayan besar. Konon katanya yang bisa melihat ikan julit seperti belut ( ikan keberuntungan ) di kolam ini akan beruntung.


Penamaan Pura Tirta Empul sendiri terkait dengan cerita rakyat tentang Mayadenawa. Beliau adalah Raja yang sangat sakti tetapi jahat. Karena terlalu sewenang-wenang, maka Bhatara Guru mengirim Bhatara Indra dari Indraloka untuk membunuh Mayadenawa.

Ketika mengetahui bahwa Mayadenawa diserang oleh seorang Bhatara Indra, ia melarikan diri dengan berjalan sambil memiringkan telapak kakinya agar tidak terdengar oleh Bhatara Indra. Itulah  sebabnya hutan yang dia lewati hingga kini bernama Tampak Siring. 

Mayadenawa yang kejam kemudian meracuni sumber air tersebut sehingga pasukan Bhatara Indra banyak yang mati karena meminum air beracun. Bhatara Indra lalu menancapkan sebuah bendera ke tanah dan tersemburlah air yang dijadikan penangkal racun Mayadenawa. Konon sumber air itulah yang kini disebut Tirta Empul (air suci). Air Suci ini yang kemudian digunakan untuk memerciki para prajurit, sehingga kembali hidup.


Tiga  tempat pemujaan ini diperuntukan bagi Trimurti atau 3 Dewa utama dalam agama Hindu yakni Brahma, Wisnu & Siwa.


Secara kasat mata, tidak ada perbedaan yang signifikan di 3 tempat pemujaan tersebut, tapi dari detailnya akan sedikit terlihat berbeda antara yang satu dengan yang lain.


Dari pintu masuk menuju ke Pura, kami dipandu oleh bapak penjaga yang menjaga di loket. Dia menerangkan banyak hal tentang asal usul mata air yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Sayang bahasa Indonesia-nya tidak terlalu lancar sehingga kami sedikit kebingungan menangkap arah pembicaraannya

Gak jarang dia malah balik bertanya apakah tahu arti dari Lingga Yoni ? Atau Dewa orang Hindu apa saja? 


Buah yang berada di area Pura ini adalah buah kecapi yang katanya dapat dijadikan alat musik.

  
Di belakang objek wisata Pura Tirta Empul ini terdapat Istana Tampak Siring dengan jembatan persahabatan yang merupakan jalan penghubung antara wisma negara bagi para tamu negara dengan wisma merdeka yang diperuntukan bagi Presiden RI.

Tetapi setelah adanya bom Bali, maka akses ke tempat ini ditutup bagi orang awam dan hanya diperuntukan bagi tamu negara saja.


Mata air Tirta Empul ini dipercaya sebagai air suci dan memliki berbagai khasiat dengan pancuran air yang dapat digunakan untuk melukat ( membersihkan ) diri. Dimulai dari pancuran paling kiri dan lanjut ke pancuran kedua dan seterusnya sambil berdoa pada Sang Hyang Widi. Jadi tidak boleh langsung ke pancuran kedua, bila belum ke pancuran pertama dan begitu seterusnya.

Siapapun boleh saja mandi di tempat ini sambil membawa sesajen di setiap pancurannya tetapi harus memakai kain dan tidak benar-benar telanjang. Yang harus diingat adalah tidak boleh menistakan mata air tersebut dengan memakai sabun ataupun sejenisnya.

Masing-masing pancuran mempunyai nama sesuai kegunaannya dan ada pula pancuran yang berguna untuk peleburan bagi yang meninggal. Kami gak gitu jelas tentang hal ini, apakah untuk orang yang meninggalnya ataukah diperuntukkan bagi kerabat yang ditinggalkan. Jadi, gue pribadi gak berani merasakan mata air tersebut dari pancuran yang ada, takut kesalahan. Mendingan ngobok-ngobok dikit yang ada di kolam biar gak penasaran. Dan airnya gak terlalu dingin, mungkin karena hari sangat terik. 

Akhirnya kesampaian juga main ke Pura Tirta Empul, objek wisata yang menarik yang sayang untuk dilewatkan ketika berada di Bali

4 komentar:

  1. aaahhh saya jadi ingin ke bali, seumur hidup hanya sekali ke sana haahaha

    BalasHapus
  2. ya lebih baik drpd gak pernah sama sekali...ahahahah...

    BalasHapus
  3. jatuh hati dengan kawasan kecamatan tampaksiring, semua yang ada disini eksotis!!

    BalasHapus
  4. ya apapun tentang Bali kebanyakan selalu menarik hati...

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...