Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Juli 06, 2009

teman saya selingkuh



Teman saya pamer kalau dia punya selingkuhan. Lho kok pamer? Kebetulan teman saya itu paling gak bisa nahan diri dan paling gak bisa kalau gak cerita-cerita. Apalagi saya termasuk jarang bertemu dengan dia. Jadi kalau ketemu ya curhat plus pamer deh. Selingkuh dengan teman kantor katanya. Terlihat dari sms-sms yang dia terima dari selingkuhannya. Walaupun dia malu-malu untuk mengakui, tapi gak disangkal kalau dia sangat menikmati. Lagian hari gini gak selingkuh kayaknya ga ngetrend kali ya.

Terus apa sih penyebab selingkuh? Bosan sama pasangannya? Atau mau coba-coba? Gak mau kalah dengan temen kantor? Krisis umur 40-an? Iseng-iseng berhadiah? Atau mau menunjukkan pada dunia kalau masih laris dan digemari?

Saya bingung dengan teman saya ini, sudah terikat perkawinan, anak sudah 2, ngaku cinta banget sama pasangannya. Tapi kok masih bisa selingkuh? Jadi kayak abg yang lagi jatuh cinta gitu. Saya yang lihat kok jadi geleng-geleng kepala jadinya. Apalagi kalau ada sms masuk dari si dia, bisa senyum-senyum sumringah tuh.

Well, positifnya apa sih punya selingkuhan? Kalau selingkuhannya di kantor ya jadi rajin ngantor pastinya. Tiap hari punya semangat baru karena ada yang perhatian. Rajin lembur. Jadi pemurah.

Negatifnya? Pulsa telp bisa bengkak ( gak termasuk kalau pulsa dibayarin kantor ). Jadi sering marah-marah dirumah. Gak peduli dengan urusan sepele, yang penting apa kabar dia hari ini? Jadi pinter bohong. Sibuk ga jelas. Sering gundah. Gampang emosi.

Kayaknya sih asik ya punya selingkuhan, hidup jadi berwarna juga bermakna. Jadi lebih banyak orang yang perhatian dan sayang sama kita. Gak usah ngomong selingkuh, didunia kerja aja untuk sebagian orang musti cari-cari perhatian bos alias carmuk kalau mau cepet naik gaji dan disayang bos. Tul kan?

Tapi pernah gak sih mikir kalau ketauan gimana? Gimana nanti aja deh...mumpung belum ketauan ya nikmatin aja dulu. Ok deh. Tapi kalau saatnya ketauan? Apa rumah tangga dirumah gak ancur? Gak nyesel semua yang udah dibina puluhan tahun bisa ilang dalam sekejap demi orang yang baru dikenal terus belum tentu juga dia peduli dengan kehidupan kamu. Kok berani amat sih mempertaruhkan yang udah ada? Memang kalau sampai cerai, dia udah pasti ngajak kawin? Yah, ini mungkin saya aja yang lebay...

Saya sih gak bermaksud memojokkan teman saya itu atau gak setuju dengan perbuatan itu. Saya pikir semua ada sebab dan akibatnya. Kalau merasa itu baik ya seperti slogan SBY...”Lanjutkan!”

Terus apa hubungannya selingkuh dengan bunga matahari seperti di gambar? Apa mungkin nama selingkuhannya itu ada hubungannya dengan sebutan bunga matahari. Penasaran? Silahkan tebak sendiri...
( sementara lagu emotions dari destiny's child mengalun syahdu )

Juli 03, 2009

disket biru



Terkadang kalau kita bongkar-bongkar lemari atau laci atau file atau apapun itu yang berindikasi dari masa lalu, mau gak mau pikiran kita melayang-layang ke masa barang itu berasal bukan? Seperti hari ini saya beres-beres laci meja kantor yang berisi disket. Banyak banget disketnya ada sekitar 30-an...kayaknya musti dibuangin daripada bikin libet. Yah sebelum dibuangin saya cek dulu dong ada file apa aja sih...penasaran...

Wah ternyata isinya file-file kantor waktu saya masih kerja di tempat pertama kali kerja. Dokumen kantor, program payroll, gambar-gambar doggie, lyric-lyric lagu dan...aha...surat-surat saya sama mantan pacar pertama saya.

Mau gak mau deh jadi inget dia lagi. Padahal kejadiannya udah lewat 10 tahun yang lalu. Ternyata memory saya masih bagus, apa mungkin karena cinta pertama? Kan first love never ever die…cieee...

Kita pacaran cuman 3 bulan saja, tapi 3 bulan itu seperti disurga. Rahasianya karena kita saling mencinta dan saling memiliki, yang lain jadi gak penting. Kalau marah aja cepet banget baikannya. Walau jarak lumayan jauh saya di kemanggisan, dia di gunung sahari, kami menyempatkan diri untuk selalu bertemu. Bisa di kampus saya ataupun di mal didekat rumahnya.

Memang gaya pacaran kami ga borju. Maklum masih pada kuliah. Duduk-duduk sambil minum lemon tea aja senengnya minta ampun. Kadang nonton, kadang ngumpul-ngumpul di rumah temen kita, atau makan bareng aja udah bersyukur. Yang penting ketemu walaupun itu cuman 1 jam saja.

Eh, tiba-tiba suatu hari dia minta ketemu di citraland. Beres makan di hokben dia kasi surat putus. Yang alasannya pun gak jelas. Kami berdua ya nangis-nangis tapi ya udah kami setuju untuk putus.

Tiga tahun berlalu, saya sempat pacaran dengan yang lain tapi sosok dia tetap tidak tergantikan. Sampai suatu kali entah gimana dia ternyata bekerja di kota kelahiranku. Dan kami janjian untuk ketemu. Ternyata percikan asmara itu masih ada diantara kita. Saat itu saya mengajaknya untuk kembali pacaran. Tapi dia belum siap lagi untuk memulai semuanya itu. Menyisakan sakit yang kembali menganga.

Kami kembali hilang kontak. Dari kejadian itu empat tahun berlalu dan tiba-tiba teman saya ketemu dia di Gajah Mada. Tukeran hp lah mereka dan buntut-buntutnya saya juga kontak lagi dengan dia. Hahaha...bingung banget musti ketemu dia lagi. Antara kangen dan juga benci.

Walau dia lebih tua 5 bulan dari saya, kita sama-sama sedang belajar menuju kedewasaan dengan cara masing-masing dan persoalan yang berbeda. Hubungan kita sudah tidak sama lagi seperti dulu. Dunia kita sudah berbeda. Walaupun begitu pertemuan kali ini masih diliputi kerinduan, tapi tidak seperti yang dulu. Saya merasa lebih banyak terganggu daripada menghamba. Ditimpali sifat dia yang egois dan semaunya kehadiran dia seperti duri dalam daging.

Tanpa saya sadari amarah, kebencian, serta kesia-siaan menunggu penjelasan selama 7 tahun mengembara, meluap dan meledak. Akhirnya dia menginginkan saya untuk menjadi pacarnya. Dan malahan saya gak bisa menyanggupi permintaan itu karena saya sudah ada yang punya. Well...

Semenjak itu sampai hari ini lagi-lagi kita kehilangan kontak. Entah masih di Jakarta atau diluar negri seperti omongannya waktu itu. Apalagi akhir bulan ini kamu berulang tahun. Selamat ulang tahun semoga panjang umur. Dimanapun kamu berada. Mungkin saya merindukan kamu.

Hari ini, pikiran saya melayang ke 10 tahun yang lalu. Dimana kita ciuman di tangga darurat sebuah mal. Ah, gara-gara disket berwarna biru...


Juni 30, 2009

sma pangudi luhur "van lith" muntilan


Waktu pelulusan SMP dulu, saya direferensikan oleh saudara untuk melanjutkan ke SMA Pangudi Luhur Van Lith, Muntilan. Setelah dipikir-pikir kenapa saya musti nolak? Sekolahnya plus asrama, biaya murah, bakalan banyak teman dan ortu juga support.

Dari Jakarta berangkat naik travel turun di Jogja. Dari Jogja diantar saudara ke Muntilan.

Sejauh mata memandang, sekolahnya keren banget, gede dengan lapangan basket & kolam renang. Sepertinya bakal menyenangkan kalau sampai diterima sekolah di sini.

Hal pertama yang dilakukan adalah sesi interview. Interview jaman itu kayaknya lumayan mengerikan secara mana ada sih masuk SMA pake acara interview begituan. Untungnya interview berjalan sukses dan yang terpenting gak disuruh nyanyi seperti calon pelajar di sebelah ruangan. Mana suaranya fals tapi PD banget.

Sewaktu saya mendaftar masuk sekolah ini, saya termasuk angkatan ke-3 jadi belum ada alumni. Saya mendapat no urut ke-585 dari sekitar 650-an yang mendaftar menjadi calon pelajar termasuk cewe & cowo. Dan yang akan terpilih hanya 125 orang saja. Bayangin? Hanya 20 % saja yang diterima dari jumlah seluruhnya. Sangat ketat. 

Setelah selesai interview, agenda selanjutnya adalah bagi kamar dan makan siang. Kamarnya type dormitory dengan ranjang kayu susun dua tingkat. Saya pilih ranjang yang di atas karena lebih terang. Sambil menunggu penghuni kamar yang belum datang saya berkenalan dengan sesama calon pelajar lain. Ternyata banyak yang dari kota lain selain Muntilan, seperti Jogja dan Semarang. Kalau yang dari luar Jawa Tengah sih kayaknya cuman saya saja. Tapi gak tahu juga sih.

Hari kedua, bangun pagi udah ngantri mandi. Mana airnya gak keluar cuman tersisa sedikit di bak mandi. Mau mandi gimana coba? Parah.

Sesudah mandi langsung test. Saya lupa mata pelajaran yang ditest apa saja. Yang pasti matematika ada dan testnya gak bisa. Kayaknya yang diajarkan di sekolah dengan yang ditest banyak bedanya jadi ya meraba-raba. Pilihan ganda kan tinggal pilih antara A, B, C atau D.

Test lain yang ikut dinilai adalah olah raga, test mata & warna plus check up dokter. Test olahraga-nya lari plus lompat jauh. Yang ini sih test-nya sukses gak ada hambatan. Mata dan warna selagi masih bisa lihat dan gak buta warna pasti lolos. Eh, giliran test lisan Inggris kami ditanya sama senior apa sih arti dari kata “Beyond” dan gak seorang pun yang tahu termasuk saya. Hahahaha. Waktu itu, Bahasa Inggris sudah diajarkan di sekolah cuman untuk kosa kata masih terbilang minim.

Asrama cowo & cewe dipisah jadi gak ketemu mahluk Tuhan yang manis itu. Kenapa manis? Karena yang sexy udah dipake Mulan Jameela buat kita para cowo-cowo. Hahahahaha. Saya sempet godain cewe waktu ujian. Dia pakai baju hijau gambar Andy Lau. Yah, kala itu Andy Lau alias Yoko kan lagi booming di Indonesia. Anaknya cantik, dari Semarang dan belum punya pacar. Sayang gak kelanjutan karena gak nemu-nemu dia lagi. Namanya aja gak sempet nanya.

Setelah beberapa hari di asrama, akhirnya saya punya temen akrab 3 orang. Yang saya ingat namanya Agung & Satria. Satu lagi kalo gak salah, Adi kayaknya. Nah, sama si Adi ini lebih akrab. Sering ngobrol dan cerita-cerita. Oya, waktu itu Van Damme lagi eksis-eksisnya jadi aktor. Filmnya yang berjudul Nowhere to Run sering jadi bahan omongan diantara kami.

Waktu makan terutama makan malam adalah waktu yang dinanti. Walaupun lauk dijatah seorang satu, tapi kebersamaan dan suasananya itu bikin ngangenin. Apalagi pas hari terakhir pada guyonan abis. Malemnya gak tau gimana, kami yang berada di kamar Sulawesi malah perang bantal sambil matiin lampu. Berhubung ranjang saya ada di atas pas banget buat yang lewat di bawah udah langsung saya gebuk dengan sukses. Malah ada yang isi bantalnya amburadul. Klimaksnya, ya pas koordinatornya marah-marah dan kami disuruh tidur. Kami langsung mengkeret di ranjang masing-masing. Hiks...

Hari terakhir di Van Lith tiba. Ada 1 test lagi tentang riwayat hidup dan latar belakang yang musti diisi. Setelah itu beres-beres dan tunggu pengumuman. Sebelum pulang kami pamitan untuk ketemu lagi di hari pengumuman.

Di hari pengumuman bener-bener ramai. Saya ketemu sama Adi dan dia masuk sebagai cadangan. Wah lumayan banget tapi dia juga sempet bilang ada 1 sekolah lagi yang dia mau coba masuk. Dan beberapa temen lain banyak yang gak lolos. Apa gara-gara perang bantal ya? Soalnya waktu itu koordiantornya ngancem juga sih. Dan nasib no punggung 585 ternyata tidak lolos juga. Sedihnya minta ampun kayak kalah perang saja.

Yah, hidup berjalan maju. Pesan moralnya ya capai cita-citamu setinggi langit. Berusaha lebih maksimal lagi. Apa yang menjadi kesalahan dan kekurangan di masa lalu dijadikan semangat biar kedepannya bisa lebih sukses. Rencanakan apa yang kita bener-bener inginkan dan tuju dengan lebih fokus.

Teman-teman saya itu sampai saat ini tidak pernah berhubungan lagi. Saya sempat berkirim surat dialamatkan ke Jl kartini no 1, Muntilan tapi malah dikirim balik. Yang nota bene berarti mereka pun tidak pernah diterima di sekolah itu. Teman itu bagai angin, gak pernah tahu arahnya ke mana. Kadang dipertemukan tanpa diminta, kadang putus tanpa alasan™. Miss u guys...success always wherever you are...

Sewaktu saya menulis ini tiba-tiba saya diingatkan akan jejaring sosial Facebook yang slogannya "Helps you connect and share with the people in your life"...Aha, secercah sinar tiba-tiba menaungiku.
 
Trus nasib saya gimana dunk? Ya daftar sekolah lagi di kota asal. Walaupun bukan SMA favorit tapi banyak dapat pengalaman menarik. Salah satunya jadi Sie Rohani Osis dan juga anggota Marching Band. Ketemu guru Biologi cantik Bu Dwi dan juga selalu ranking kelas.

Patah tumbuh hilang berganti. Hidup itu nikmat dan patut disyukuri. Pengalaman mengajarkan saya demikian.

You're gonna like it too : SMA-K BPK Penabur Sukabumi
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...