Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Desember 05, 2013

surga di bumi @ summer palace, china


Trip ke China kemaren menjadi salah satu pengalaman yang menakjubkan dalam idup gue. Gimana enggak? China adalah salah satu negara terluas di dunia dengan banyaknya objek wisata alam yang masih terawat sampai sekarang walaupun usianya udah ratusan tahun.

Summer Palace menjadi tujuan utama selama di Beijing selain mengunjungi Tembok China. 


Dari beberapa blog & majalah yang gue baca plus pengalaman temen yang udah pernah ke Summer Palace, objek wisata ini kalo emang niat dijelajahin semuanya secara detail bakalan gak abis dikunjungi dalam satu hari penuh karena saking luasnya. 

Yah untuk kali itu emang gak bakalan dikunjungi selama yang gue pengen, karena cuman dijatah 1 jam. Begitulah nasib ikutan tour, semua serba terbatas dan diatur.


Bahkan naik perahu naga ke seberang aja musti bayar sendiri. Per orang dicharge 15 Yuan. Kirain nyebrang tuh mau explore Tower of Buddhist Incense, ternyata pas udah nyampe langsung balik lagi ke tempat semula. Gubrakkk...


Paling enggak, arsitekturnya bisa dinikmati secara lebih dekat. Perahunya sendiri keren dengan lukisan dan ornamen khas China. 


Kalo liat foto paling atas dari blog gue ini adalah foto favorit gue selama berkunjung ke Summer Palace. Jembatan yang dinamai Seventeen Arch Bridge ini udah keliatan jelas dari pintu masuk dan emang keren banget, atmosfere-nya langsung beda.


Pas kemaren gue kesini itu pas musim panas, jadi view yang diciptakan sangat berwarna dibanding kalo pas musim dingin yang gloomy, putih dan dingin. Yah, namanya juga istana musim panas gitu loh hahaha...

Best view pastinya pas summer tapi di musim dingin, kita bisa maen ski di atas danau buatannya itu.


Istana yang dibangun pada dinasti Jin oleh kaisar Qianlong ini sedianya adalah hadiah bagi ibunya yang berumur 60 tahun. Tempat ini memadukan danau, taman dan istana menjadi satu kesatuan harmoni keindahan. 

Leluhur gue emang pinter dan salut banget ama siapapun juga arsitektur dibelakang pembangunan ini yang pada jaman sekarang keindahannya bisa dinikmati semua orang.

China dianugrahi pemandangan yang cantik serta peninggalan sejarah yang masih terawat sampai sekarang. Gak heran kalo UNESCO sampe masukin China ke tempat kedua tertinggi didalam list Heritage Site. Summer Palace, an imperial garden in Beijing pun masuk dalam list ini diantara 45 list lainnya.

Adapun negara lain yang masuk dalam list Heritage Site adalah Italia diperingkat pertama sebanyak 49 tempat, Spanyol diurutan ke-3 dengan 44 tempat, Jerman dengan jumlah 39 dan Prancis dengan 38 tempat yang perlu dilindungi dan dilestarikan.

Gak heran ya kalo ternyata negara-negara di Eropa banyak cagar budaya yang masuk dalam list UNESCO. Indonesia-pun mempunyai 8 tempat yang menjadi perhatian dunia, salah satunya Komodo di Pulau Komodo.


Berhubung waktu yang disediakan sangat minim, akhirnya tripod gue langsung beraksi. Misi utamanya yaitu harus punya foto bagus minimal satu. Lari-larilah gue menuju ujung jembatan, cari view yang bagus dan set kameranya biar gak miring dan langsung pasang gaya. Banyak banget orang-orang yang ngeliatin. Ampun dah...

Tiap orang yang lewat kayaknya pada berdecak kagum liatin gue, gue teteup stay focus ama kamera. Bahkan ada yang kepo liat-liat dari layar penghasil fotonya. Tiba-tiba ada yang minta difotoin, berhubung gue juga out of time dan gak bisa bahasanya jadi gue fokus sama diri sendiri aja. Maap ya.


Hasilnya? gue suka....

Dari trip ini gue jadi suka pohon willow yang banyak terdapat di sini dan seluruh China pada umumnya. China emang keren, satu saat gue harus ke sini lagi dan menikmatinya lebih lama sambil explore daerah lain yang gak kalah indahnya sekalian nengokin nenek moyang gue yang ternyata seorang pelaut -_-"

Desember 04, 2013

menikmati tugu km 0 indonesia


Penasaran adalah kata yang paling tepat sebelum mengunjungi tugu 0 km di Sabang - Pulau Weh. Memang kalau udah di Sabang, tugu ini menjadi objek wisata yang mesti dikunjungi.


Tugunya sih biasa aja malah terkesan gak terawat dan kotor. Masa Pancasila sebagai lambang negara sampe dibiarin rusak gak dibenerin, tergantung di atap tugu, gak jelas.


Yang paling menarik di sini adalah view lautnya yang keren. Sebagai pecinta pantai dan juga laut, mau warnanya butek pun, gak masalah. Gue teteup suka. 

Orang-orang pada berebutan untuk foto di depan tugu km 0, gue sampe harus menginterupsi segerombolan orang yang lagi foto demi mendapatkan foto sendirian.


Ketika orang-orang berangsur-angsur pada pulang, gue menyiapkan tripod dan langsung beraksi. Tapi ada mbak-mbak yang lihat aksi gue dan langsung komen, "Eh, ini mas yang tadi ya, yang foto-foto di depan pantai Iboih...sayang ya gendut". Grrrrr....


Eh, pas lagi foto-foto ketemu sama pelancong pake Moge dari Jakarta. Namanya Maulana Fauzan asal Cibubur. Dia membutuhkan waktu 7 hari sampai ke Sabang. Peralatannya komplit ala backpacker. Waktu gue foto, dia sampe malu-malu gitu. Hahay....

Orang akan melakukan apapun dengan cara apapun demi travelling. Mumpung masih muda.


Selain itu, di sini ada kedai makan ala kadarnya dan toko souvenir. Dan harganya pas tanpa bisa ditawar lagi, kualitasnya emang lumayan tapi sebel aja kaga bisa ditawar. 

Yang mesti dibeli palingan t-shirt, kalo souvenir begituan di daerah lain Indonesia juga banyak dengan harga yang jauh lebih murah. Itu menurut gue loh.

So, kalo ke Sabang walaupun tujuan utamanya mau nikmatin pantai-pantainya, gak ada salahnya kan mampir ke tugu 0 km, jaraknya hanya setengah jam dari pantai Iboih. Rasakan sensasinya bisa nyampe ke pulau paling ujung di negeri sendiri.

November 27, 2013

sunday relax @ suis butcher, festival citylink

Tenderloin Parmegiana

Awalnya gak pernah notice tempat ini walau beberapa kali pernah lewatin resto-nya di Mal Festival Citylink sampe akhirnya dosen di kampus lagi ngomongin menu tiba-tiba ngasitau perihal Suis Butcher. Kirain supermarket yang jual daging-daging import ternyata Suis Butcher itu resto steak di Bandung.

Tempatnya selain ada di Jl. Setiabudi ada juga  di Jl. Riau dan di Mal Festival Citylink.

Kalo liat pricelist-nya memang lebih premium tapi karena banyaknya rekomendasi jadi bikin penasaran pengen tau gimana rasanya.

Waktu kami dateng, waiter langsung sigap dengan greetings-nya. Hmmm it's a good sign. Kami memilih seat di belakang resto dengan pemandangan kota Bandung di waktu malam. Keren banget actually dengan lampu-lampu yang berkelap-kelip.

Beef Schnitzel

Yang free di resto ini adalah air mineral. Lumayan banget tapi harga minuman juga masih kisaran terjangkau kok.

Gue pilih Beef Schnitzel ( IDR 42.500,-) daging tenderloin yang diberi tepung dengan saus tomat dan digoreng dengan tambahan french fries dan sayuran ala steak. Rasanya enak loh.

Soul mate gue pilih Tenderloin Parmegiana ( IDR 52.500,-) daging tenderloin yang di panggang dengan taburan keju serta kentang wedges dan brokoli saus keju. Katanya sih saus keju tapi rasanya susu doang. Walaupun begitu, hidangan yang ini sama enaknya di lidah. Jadi bener-bener gak nyesel udah makan di sini dan sesuai dengan rekomendasi orang-orang.

Suasana Bandung malam itu sangat nyaman karena habis hujan. Sambil ngobrol-ngobrol dan nyeruput Ice Lemon Tea ( IDR 9.500,-) rasanya  menyenangkan sampai gak sadar waktu  cepat bergulir.

CU next time Suis Butcher...We love it...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...